Monday, September 21, 2015

Review Tentang Sosial Media Twitter



Nama                    : Made Bandem Yosita Rahayu Widasari
Nim                       : 1504505064
Dosen                    : I Putu Agus Eka Pratama, S.T, M.T
Mata Kuliah          : Aplikasi Sosial Media (B)
Perguruan Tinggi  : Universitas Udayana

Review Sosial Media Twitter

     Twitter, sebuah sosial media bernuansa biru muda dengan ikon burung. Saya sudah menggunakan twitter semenjak SMP hingga sekarang. Di twitter, kita membuat kicauan atau biasa disebut dengan tweet. Tidak terlalu rumit untuk mengerti cara berkomunikasi, kita bisa memanggil orang dalam tweet kita dengan cara me-mention-nya (menuliskan @+username), atau langsung membuat tweet dari profil seseorang yang ingin kita ajak berkomunikasi. Di twitter juga kita bisa dengan mudahnya mengetahui perkembanga kegiatan selebriti atau artis yang kita idolakan. Kita juga tidak akan salah follow, karena kita bisa melihat tanda centang (verified) yang membuktikan bahwa akun tersebut memang asli.
     Dari pengalaman saya menggunakan twitter, twitter sekarang sangat lebih mudah untuk dimengerti di bandingkan dengan twitter lama. Tampilan twitter sekarang juga jauh lebih menarik, walaupun terkesan sangat meniru tampilan Facebook. Tampilan menarik dan mudah untuk digunakan adalah 2 keuntungan yang saya dapat dari memakai twitter. Memiliki kelebihan, berarti ada kekurangannya juga. Ada kekurangan yang saya dapat dari menggunakan twitter, antara lain saya merasakan kacaunya tampilan home, terbatasnya karakter yang bisa diketik saat akan ngetweet, dan banyaknya akun-akun bot yang memention.


Review Tentang Jejaring Sosial DeviantArt

Nama                     : Made Bandem Yosita Rahayu Widasari
Nim                       : 1504505064
Dosen                    : I Putu Agus Eka Pratama, S.T, M.T
Mata Kuliah          : Aplikasi Sosial Media (B)
Perguruan Tinggi  : Universitas Udayana

Review Jejaring Sosial DeviantArt

     Dari sekian banyak adanya jejaring sosial, di sini saya akan mereview sebuah jejaring sosial yang akhir-akhir ini sering saya gunakan, DeviantArt. DeviantArt adalah sebuah jejaring sosial yang dimana para penggunanya bisa dengan mudah mengupload karya seni yang berupa fotografi, gambar tradisional maupun gambar digital. Saya sudah menggunakan DeviantArt sejak 5 tahun yang lalu, saat saya menginjak kelas 2 SMP. Bagi yang belum terlalu bisa bahasa inggris seperti saya, agak susah bisa menggunakan DeviantArt, dikarenakan bahasa yang digunakan cukup susah. Saya memerlukan waktu 1 tahun untuk bisa mengerti fitur-fitur yang disediakan DeviantArt seperti poin yang bisa digunakan untuk menggunakan fitur berbayar, Llama dan Cake yang bisa diberikan sebagai tanda apresiasi maupun hadiah untuk ulang tahun dan lainnya. Di DeviantArt, bagi para penyuka seni menggambar, kita bisa dengan mudahnya menemukan circle atau kelompok menggambar yang memiliki kesukaan yang sama, tutorial menggambar, dan gambar-gambar yang bernuansa lucu.
     DeviantArt memang memiliki banyak kelebihan, tapi dari kelebihan-kelebihan yang ada, tentu saja DeviantArt mempunyai kekurangan. Misalnya, banyaknya pengguna yang mencuri lineart kemudian diwarnai ulang dan dijual di DeviantArt, pencurian karya tanpa copyright untuk keuntungan sendiri (uang atau popularitas). Selain kekurangan yang saya sebutkan sebelumnya, walaupun DeviantArt memiliki tampilan seperti Blogger maupun Wordpress, sangat susah untuk bisa mengedit tampilan profil karena hampir sebagian besar fitur-fitur untuk mengedit tampilan di DeviantArt membutuhkan uang atau poin untuk digunakan. Walaupun begitu, saya tetap menggunakan DeviantArt karena lebih mudah untuk saya menemukan hal-hal yang ingin saya cari untuk membantu hobi saya dibandingkan menggambar dibandingkan dengan jejaring sosial lainnya.

Wednesday, November 5, 2014

Beberapa

Terlahir sebagai manusia, dengan beberapa kekurangan, bukan berarti kita tidak bisa menjadi lebih di mata orang. Beberapa orang mengatakan bahwa yang perlu kita miliki adalah niat, usaha, dan doa. Jika salah satu dari ketiga nilai tersebut tidak kita jalani, apa kita akan gagal? Bagaimana dengan para pemeluk atheisme? Apa mereka berdoa? Bagaimana dengan keberuntungan? Beberapa dari kita pasti ada yang pernah ‘tanpa sengaja’ mendapat nilai lebih, kan? Orang yang memiliki niat, sering berusaha, dan berdoa pun pasti akan kalah dengan yang selalu beruntung. Jadi bagaimana cara kita mendapat nilai tambah di mata orang? Saya pun tak tau.

Beberapa yang lain ada yang mengatakan bahwa yang kita perlukan adalah penutup dari semua kekurangan, biasanya mereka bilang ‘pasangan’ kita. Yang kita perlukan hanyalah seorang pacar, kekasih. Tetapi bagaimana dengan orang yang malah lupa dengan tujuannya untuk menambah nilai dirinya dan menjadi lebih dramatis karena kehidupannya dengan sang pacar? Untuk yang satu ini aku tak bisa beri komentar.

Ada beberapa yang menambahkan, yang kita perlukan adalah topeng baru, penutup semua kekurangan, kepribadian yang palsu. Dengan yang satu ini kita bisa mendapat nilai tambah dimata orang banyak, karena mereka semua belum tahu semua kekurangan kita. Tetapi suatu saat nanti di masa depan akan muncul satu orang yang akan memberitahu semua kekuranganmu, dan otomatis nilai kita akan di bawah nol. Minus. Jadi apa yang harus kita lakukan?


Dari beberapa pendapat yang saya dengar sehari, hanya tiga yang bisa saya tulis. Tidak terlalu berharap untuk menjadi berguna, saya lebih berharap untuk menjadi pokemon trainer. Terimakasih sudah membaca tulisan tanpa tujuan ini.

Sunday, January 26, 2014

Because We As Girls are So F*cking Love to Try Something New

             Eh, how should I start this? Err, jadi, Trisna ngajak gue ke acara yang di GWK (19/01) karena alasan tertentu. Ya gue ikut ajalah, mumpung ditraktir nih, hehe. Biasa, kalo ke sana kita berdua pasti bareng, kan. Jadi gue harus ke rumahnya dia dulu sebelum berangkat. Sampe di sana, langsung cuss. Sebelum jalan gue sempet nanya, “Tris, tau jalan ke GWK?” “Eeeeh, aku gak tau.” dengan nadanya biasa dia ngomong. Gue putuskan buat jalan aja tetep, walaupun ada kemungkinan bakal tersesat.




                Sudah sampe deket Bandara Ngurah Rai, maunya kita nanyain tukang parkir ato gak satpam gitu, siapa tau mereka tau. Tapi gak jadi. Jadinya kita nyoba ke Jalan Tol Nusa Dua. Bayar 4k (kita naik motor, cul), dengan sensasi hampir terbang setiap ada yang nyalip. Udah, skip aja lah berapa lama gue di jalan tol (panjang banget, cuk jalannya!), kita milih-milih jalan aja yang mana ke arah UNUD yang di sana. Berhubung kita berdua jago banget soal kek gitu, kita lama banget jadinya ampe sana. Haha, gue lucu banget ya? Sampe di sana, jalan lagi. Sampe di GWK juga akhirnya dengan pantat yang, uuh gila capek banget duduk (1 jam duduk gak enak, cuk). Ketemu sama Diana sama Indriya (Me In :v) sama Leviana sama temennya mereka, namanya Bulan (bener gak? Baru kenal sih aku). Seiring dengan berjalannya waktu ada yang dateng lagi, Kak Yuni sama Uca (UCAAAAAA :V) sama Yuki (yang ini juga baru kenal). Gak lama lagi, Igit dateng. Yeeeeee :v . Asik banget lah pokoknya. Diana nyanyi solo, Mein duet sama Diana. Suara mereka BAGUS BANGEEEET!! (> w <) jelly aku dengernya!! Nonton yang lomba juga. Kita semua disana sampe akhir acara. Jadi sampe pas ke pengundian hadiah. Nah yang pas di bagian ini nih yang susah gue ngejelasinnya lewat tulisan. Jadi, pas pengundian, kebanyakan penonton udah pada pulang tuh, jadi (lagi) pas disebut-sebutin nomornya pada hangus. Kita sebagai anak backstage yang setia sampe akhir, teriak-teriak biar nomor kita disebut. Gimana gak, wong (rasanya) cuma kita doang penonton yang masih ada, sisanya tinggal yang lomba-lomba aja. Salah satu dari kita akhirnya dapet juga (si Diana alias Trisna alias Oming). Asik banget lah hari ini!
                Pulangnya, kita putuskan buat lewat jalan yang sama. Tapi ternyata gak gue gak Trisna gak ada yang inget jalan balik. Kita tersesat disini, di jalan yang gak tau namanya apa di daerah Kutuh, Kuta Selatan(rasanya). Jalan yang panjang, tanpa akhir. Tersesat dan kebingungan, di jalan yang kecil dan sepi. 25-30 menitan jalan di jalan itu, kita milih buat nanya orang yang ada. HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHA, akhirnya kita keluar juga dari jalan yang men-tersesat-kan kitah ( :’s ). Pulangnya hujan. How unlucky we are, tersesat dan kehujanan. Sampe di Matahari Dewi Sartika masih hujan, but after we finish eating (bener gak bahasa inggrisnya? :’s ) udah gak ujan lagi. Nyampe di rumah jam 7an dengan selamat. Kita berdua diberkati Tuhan :’3 , dengan begini, gue bisa buat kesimpulan, “Biar gak tau jalan, jalan aja. Yang penting masih ada di Bali dan masih ada warga setempat yang bisa ditanyain jalan”.

                Okay, that’s all about today. Maaf isinya agak-agak susah dicerna, soalnya mereka bukan kata-kata dari seorang penulis maupun seorang yang ahli merangkai kata-kata. Because I’m me, and I love random things!



Monday, January 6, 2014

'New year, new me?' Call yourself a new b*tch then!

        HAPPY NEAW YEAH, guys!! Sekarang, berhubung besok udah sekolah (gue nulis ini tanggal.. berapa ya- tanggal 6 kayaknya), jadi gue nulis di memo hape "--) . Oke curcol selesai. Mau nulis apa ya, sumpah gue bingung mau bahas apa hari ini. Hehe. Soal judulnya, aku sendiri bingung mau kasi judul apaan. Kepikiran aja sama orang-orang yang hobi banget bilang atau buat postingan "New year, new me" setiap tahun baru. Makanya aku buat judul gitu. Udahlah berhenti ye ngomongin itu. Gue baru aja 'back to school' tanggal 2 kemaren. Nanggung banget, ye ga? Udah nanggung, semuanya nanggung dah pokoknya. Buku dibagiinnya juga nanggung-nanggung. Jadi ada alasan buat gak belajar deh. Heuheuheu (ini ceritanya ketawa :v ). Gak terasa juga gue hampir 17. Bukannya pengen banget orang-orang tau gue bakal ulang tahun, bukannya gue pengen orang-orang ngebahas aku bakal ulang tahun, gue cuma bilang kalo bentar lagi bakal 17. Which is mean, im getting older. Oh gad. Gue gak mau tua!! Baru aje ye ngerayain tahun baru- *tarik napas* sial. Tapi gak mungkin juga gue berhentiin waktu ye. Impohsibruh amadh. Ye sekarang cuma bisa ngarep dapet hadiah duit banyak aje ye buat ultah. Jujur aje ye, gue lebih demen dikasih duit daripada yang lain. Lah, katanya gak mau dibahas ultahnya, malah ngebahas sendiri. Sorry-sorry ceman.
        Gue sebenernya napa ya, makin lama makin jelek aja- *makan semut* uh. I mean, all of my old friends, they're just, ugh, getting prettier and prettier. Kenapa gue kagak? Kenapa? Apa karena gue..- *sigh* kenapa gue sebenernya ya?

        Oke, enough yaw ngebahas gue yang kurang penting pake banget ini. Buat yang baca-baca, gue minta maaf banget. Maaf bener-bener maaf. Maaf ya, maaf banget. Gue rasa kata maaf sebanyak apapun gak bakal cukup. Bener-bener maaf. Gue minta maaf. Maaf ya. Maaf semaaf-maafnya(apa ini? --). Maafin gue, gue minta maaf (dem plz). Gue minta maaf. Sorry, im very-very sorry. Gomen nasai. Gomen. Gomeeeeeen. Gue, I, minta maaf, am sorry. Seriusan, gue minta maaf. Gue minta maaf ya, udah ngebuat kalian baca. Huahahahahahahaha (dem plz).

Sunday, December 22, 2013

What should I write here?

                Inilah gue, murid dengan peringkat ke-21 dari total 39. CUKUP BURUK untuk hasil di semester ke 3 tahun ajaran 2013/2014. Tentu saja, gue kena marah lagi untuk kesekian kalinya karena nilai gue itu. entah apalah yang dibilang sama wali kelas tertjintah gue ke ortu gue. Padahal adik gue punya nilai lebih buruk daripada gue, tapi napa gue yang selalu kena marah? Ah apalah lewatin aja soal rapot (lha yang mulai sapa woi?!), tanggal 14 Desember gue rapotan dan pas tanggal itu juga ada acara di daerah Kuta. Acaranya k-pop j-pop gitu. Dimix. Aneh gak? Menurut gue aneh dan rada gak fair. Acaranya lebih ke korea-nya daripada ke jepang-nya. Lainkali kalo ada acara yang macem dimix gitu, gue gak bakal dateng deh. Tapi kalo ditraktir, mauu!! Hmm, oh ya, mundur nih sekarang. Tanggal 1 sampai 7 Desember, sekolah gue ngadain study tour. Ke Jawa! Jadi kita semua gak Cuma main aja kek ‘study tour’ waktu SMP kemaren. Kita ke ITS (Institut Teknologi Sepuluh November), UNAIR (Universitas Airlangga), UGM (Universitas Gajah Mada), UI (bukan UI adiknya Yui :v , Universitas Indonesia), IPB (Institut Pertanian Bogor) dan yang terakhir ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Asik banget yah? Tapi gue gak ke UNAIR, alasannya susah dijelasin. Diantara semuanya, yang paling gue suka itu pas ke ITS sama ke UGM. Tempatnya asri bangeet! Sejuk. Senenglah pokoknya ke sana. Bukan berarti yang lain gak asri ye, tapi emang keduanya itu fave gue lah pokoknya. Pas study tour juga sempet ke tempat-tempat awesome, ke Candi Prambanan, Candi Borobudur, Kraton Jogja, sama Pura Agung Gunung Salak. Dan juga sempet main-main ke Trans Studio Bandung sama ITC Cempaka Mas. Setelah study tour, gue sempet ketemuan sama temen IG gue, yang dimana merupakan mantan gebetan gue (ada gak sih istilah ‘mantan gebetan’?). Yah gitu lah pokoknya.


                Gak kerasa banget ya sekarang gue berada di tengah-tengah liburan. Kemarin sempet sakit, les mengemudi, dll yang udah biasa dilakuin. Sante sis-bro, gue bakal insert beberapa foto di bawah. Gak beberapa, banyak dah! Pengen banget sebenernya gue bikin postingan khusus Study Tour sama Rapotan. Tapi apa daya, gue orangnya males-malesan gitu. Jadi sekalian deh. Pendek yah? Peduli amat, jari-jari gue dah gak kuat ngetik. Nih foto-fotonya, bye! Merry Christmas and Happy New Year 2014!

























Tuesday, November 5, 2013

You Can Call Me with Anything You Want!

           Sampai saat ini, enam belas tahun lebih aku sudah hidup dan bernafas pake hidung (:v) di bumi ini, belum ada satupun hal – hal bagus yang aku hasilkan. Dengan kata lain, I’m useless. Selain tidak berguna, aku juga enggak punya bakat. Maksudku, ya gak punya. Payah banget ya? Udah gak punya bakat, pastilah gak guna. Udah gak punya kedua- duanya, aku juga gak punya muka bagus. Mukaku ini pas-pasan (ini menurutku yaa). Otak di bawah rata – rata. Bener - bener gak – gak semua deh. Pantes aja yah semuanya pada gak suka aku (*ceritanya lagi narik napas*). Tapi aku bingung nih sekarang. Bingung lah pokoknya! Kapan gitu ya, aku pernah baca quote, “Kalo kamu gak sayang sama dirimu sendiri, kamu bakal terus-terusan ngejar orang yang gak sayang sama kamu”, dan quote itu bener-bener nusuk banget (*ceritanya lagi curcol*). Abis baca quote itu, aku ngerasa mungkin aku cuma kurang cayang sama aku. Kurang sayang dalam maksud ya gak sering – sering ngeburukin diri sendiri. Tapi, emang udah di mataku, semua yang ada di aku ini emang buruk. Gak ngerti kenapa, apa karena terlalu sering dipanggil pake yang buruk – buruk ya aku gini, atau emang pola pikirku yang gitu (?). ya gitu lah mungkin ya. Aneh.

            Dan sampe sejauh ini emang bisa dibilang aku masih hobi ngejar orang – orang yang gak sayang sama aku (*eh?).